Senin, 10 Oktober 2011

Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia

Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia


Hakikat Bahasa dan belajar Bahasa yang terdapat pada kegiatan belajar 1, dan strategi belajar Bahasa Pada kegiatan belajar bahasa 2. Setelah memahami materi ini, diharapkan anda dapat menerapkan strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SD secara lebih khusus diharapkan anda dapat :
     a. Menjelaskan hakikat bahasa
     b. Menjelaskan hakikat belajar bahasa
     c. Menerapkan strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di Sekolah Dasar.

Hakikat Bahasa Dan Belajar Bahasa
A. HAKIKAT BAHASA
1. Pengertian Bahasa
Manusia merupakan makhluk yang perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Kegiatan ini membutuhkan alat, sarana atau media, yitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi sarana atau media.
Bahasa yang dalam bahasa inggrisnya disebut language berasal dari bahasa latin yang berarti “Lidah”. Secara Universal pengertian bahasa ialah suatu bentuk ungkapan yang bentuk dasarnya ujaran. Ujaran inilah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Ujaran manusia itu menjadi bahasa apabila dua orang manusia atau lebih menetapkan bahwa seperangkat bunyi itu memiliki arti yang serupa .

Bahasa merupakan alat komunikasi yang mengandung beberapa sifat yakni, sistematik, manasuka, ujar, manusiawi dan komunikatif. Disebut sistematik karna bahasa diatur oleh sistem. Setiap bahasa mengandung 2 sistem, yaitu sistem bunyi dan sistem makna. Bunyi merupakan sesuatu yang bersifat fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera kita.

Apabila sebuah tanda fisik diberi makna tertentu atau mewakili makna tertentu maka tanda itu disebut lambang. Lambang ini menjadi isi yang terkandung dalam arus bunyi sehingga menimbulkan reaksi. Bunyi inilah yang merangsang panca indera kita sehingga kita bereaksi. Bunyi yang menimbulkan reaksi inilah yang disebut Ujaran. Satuan-satuan ujaran yang mengandung makna itu secara bersama-sama membentuk perbendaharaan kata.
Pembendaharaan kata itu baru berfungsi bila ditempatkan dalam suatu arus ujaran antara manusia. Penyusunan kata akan diiringi dengan gelombang ujaran yang temponya cepat atau lambat, tekanannya keras atau lembut, tinggi rendah dan lafal tertentu. Berdasarkan hal ini disimpulkan bahwa bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa lambang bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Bahasa disebut mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar. Tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang disimbolkannya. Contoh mengapa manusia mengapa manusia yang baru lahir disebut bayi bukan disebut remaja. Karena sudah begitu nyatanya itulah yang disebut dengan mana suka.

Bahasa juga disebut ujaran karena media bahasa yang terpenting adalah bunyi walaupun kemudian ditemui ada juga media tulis. Bahasa disebut bersifat manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkannya. Bahasa disebut sebagai alat komunikasi karena fungsi bahasa sebagai penyatu keluarga, masyarakat dan bangsa dalam segala kegiatannya.

Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi antar anggota terbagi atar dua unsur utama, yakni bentuk ( arus ujaran) dan makna (isi). Bentuk merupakan bagian yang dapat diserap oleh unsur panca indra (mendengar atau membaca). Bagian ini terdiri dari 2 unsur, yaitu unsur segmental dan unsur suprasegmental. Unsur segmental secara hierarkis dari segmen yang paling besar sampai segmen yang paling kecil, yaitu wacana, paragraf, kalimat, frasa, kata, morfem, dan fonem.

Unsur suprasegmental terdiri atas intonasi. Unsur-unsur intonasi adalah tekanan, (keras, lembut ujaran) nada( tinggi rendah ujaran), durasi ( panjang pendek waktu pengucapan) perhentian (yang batasi arus ujaran). Makna adalah isi yang terkandung dalam bentuk-bentuk diatas. Makna pun dibagi berdasarkan hierarki itu, yaitu makna morfemis (makna imbuhan), makna lesikal (makna kata), dan makna sintaksis ( makna frasa, klausa,kalimat) serta makna wacana yang disebut Tema.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Qt sbg manusia dpt saling membantu apalagi jika mereka dalam kesulitan seperti gempa,dan bencana yang lainnya